Home / Kabar Bogor

Rabu, 14 September 2022 - 16:00 WIB

Kegiatan Kampus Mandek, Mahasiswa STIH Dharma Andigha Tuntut PTM Segera Digelar

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha Bogor./Dok.Red

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha Bogor./Dok.Red

APAKABAR BOGOR – Pasca pandemi COVID-19 yang melanda beberapa negara, khususnya negara Indonesia hampir tiga tahun berjalan sangat berdampak buruk bagi masyarakat luas.

Dampak buruk yang dirasakan oleh masyarakat luas salah satunya dari sektor perekonomian, bidang pendidikan, pembangunan infrastruktur disejumlah wilayah terhambat, maupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Seperti yang kita ketahui, saat ini kita berada di fase pemulihan pasca pandemi COVID-19 yang merupakan virus baru dan penyakit menular yang baru ditemukan, awal mulanya virus tersebut terjadi di Wuhan Tiongkok, pada bulan Desember 2019 lalu.

Guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus ini instansi pendidikan mengeluarkan kebijakan terkait perkuliahan dengan mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan alternatif pembelajaran secara online.

Baca Juga :  Wisata Alam Seureuh Hejo Wajib Dikunjungi Saat Berlibur ke Bogor

Kuliah online mulai diterapkan di berbagai kampus di Indonesia tidak terkecuali termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andigha Bogor yang beralamat di Jalan Sholeh Iskandar No.69, RT.04/RW.03, Kedungbadak, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor.

Menanggapi hal tersebut, Haidy Arsyad Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Dharma Andigha smengatakan, kuliah online merupakan sistem perkuliahan yang memanfaatkan akses internet sebagai media pembelajaran yang dirancang dan ditampilkan dalam bentuk modul kuliah, rekaman video, audio atau tulisan oleh pihak akademik.

“Tetapi hal tersebut juga menimbulkan dampak yang dianggap kurang optimal dalam proses pembelajaran,” ujar Haidy.

Baca Juga :  Tiga Rumah di Kampung Pode Ludes Dilalap si Jago Merah, Begini Kronologisnya

Selain itu, menurut Haidy yang juga mahasiswa semester tiga (3) ilmu hukum beragam pendapat muncul dari mahasiswa berbagai tingkat semester, kuliah online menimbulkan pro dan kontra tersendiri.

“Untuk hal yang positif kuliah online bisa dilakukan di rumah sehingga kami bisa dekat dengan keluarga yang ada di rumah, akan tetapi dari sisi negatif kami tidak bisa berdiskusi seperti kuliah pada umumnya dengan bertatap muka secara langsung, belum lagi terdapat hambatan yang membuat kuliah ini terganggu,” ungkap Haidy.

Banyak mahasiswa yang mulai merindukan kampus dan berharap agar perkuliahan bisa berjalan seperti pada umumya.

Baca Juga :  Operasi Yustisi di Wilayah Hukum Polsek Cariu, Dilakukan dengan Pembagian Masker

Tidak hanya itu, permasalahan yang sering dialami mahasiswa ketika kuliah online adalah sinyal yang tidak stabil dan terbatasnya kuota internet, hal ini tentu dapat mengganggu berjalannya perkuliahan secara online.

Menurut Haidy, kuliah tatap muka mempermudah mahasiswa melakukan kegiatan baik itu himpunan maupun organisasi mahasiswa sendiri yang ada di lingkungan kampus.

“Kami sangat berharap kuliah offline segera diberlakukan atau digelar oleh pihak kampus agar kami sebagai mahasiswa mendapatkan pendidikan akademik yang layak dan komprehensif,” pungkasnya. (Red)

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Kabar Bogor

Pemdes dan Lemdes Banjarwaru Renovasi Rumah Reot, Penghuninya Selalu Was-Was

Kabar Bogor

Keren, Lantai Atas Kantor Kecamatan Ciseeng Disulap jadi Cafe Bernuansa Kekinian

Kabar Bogor

Cagar Budaya Batutulis akan Mulai Dibenahi, Ternyata Ini Alasannya Pemkot Bogor

Kabar Bogor

Warga yang Nekad Mudik ke Kabupaten Bogor Wajib Jalani Karantina Lima Hari

Kabar Bogor

Pemdes Banjarsari Buka akses Jalan Baru, Mimpi Warga Belendung Terkabulkan

Kabar Bogor

Habib Bahar bin Smith Ditangkap, DPD KNPI Bogor Apresiasi Kinerja Polda Jabar

Kabar Bogor

Kebijakan Jasa Marga Dinilai Tebang Pilih, Warga Tipar Kecamatan Ciawi Turun ke Jalan

Kabar Bogor

Wisatawan 65 Tahun Sesak Napas di Megamendung, Polres Bogor Berikan Pertolongan