APAKABAR BOGOR – Meskipun pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan dilingkungan desa menjadi tanggung jawab pemerintah, namun ada sebagian warga yang tidak mau berpangku tangan dan menunggu pembangunan infrastruktur dengan dana APBD.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Seperti yang dilakukan sejumlah warga di kampung Cikalancing RT. 14, RW 06 Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya yang bahu-membahu membangun jembatan penghubung antar kampung secara swadaya masyarakat.

Ditemui di lokasi pembangunan jembatan swadaya masyarakat itu, salat satu warga sekitar Ateng (47) mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menurutnya sangat penting. Pasalnya, jembatan itu sering digunakan oleh warga untuk memudahkan akses seperti menuju tempat ibadah (Masjid) dan tempat pemakaman umum (TPU).

“Dengan adanya jembatan tersebut kalau ada warga yang meninggal dunia bisa melewati jalan ini juga menuju ke Masjid,” ungkapnya.

Ateng mengatakan, pembangunan jembatan sepanjang 7 meter dengan cara swadaya tersebut, pengerjaannya telah dilangsungkan selama satu bulan. Seluruh pekerja diambil dari para warga dengan cara bergotong royong. Adapun dana untuk pembangunan itu kata Ateng, murni dari donatur yang berasal dari para warga dan terkumpul biaya untuk pembangunan jembatan itu sekitar Rp 10 juta.

Diakuinya, dana tersebut masih jauh dari cukup. Pasalnya, selain jembatan, dana yang didapat tersebut juga digunakan untuk perbaikan akses jalan lingkungan mengingat jalan yang sudah ada itu dianggap oleh warga sekitar terlalu sempit sehingga perlu adanya pelebaran jalan.

“Jalan dan Jembatan ini kurang lebar dan perlu adanya pelebaran jalan, tentunya hal itu juga membutuhkan biaya, yang pasti tidak sedikit,” bebernya.